Gibran Bakal Jadi Presiden Sementara, Refly Harun: Ini Kesempatannya Membuktikan Diri

  



ANALITISNEWS - Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka mendapat amanat penting untuk mengisi posisi kepemimpinan tertinggi sementara selama Presiden Prabowo Subianto menjalani kunjungan resmi ke luar negeri. Penunjukan ini dipandang sebagai momen berharga untuk menilai kapasitas Gibran dalam mengelola tugas-tugas negara, terutama dalam menghadapi tanggung jawab sebagai pemimpin negara sementara. Dalam lawatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemimpin dunia di beberapa negara guna membahas kerjasama strategis di bidang ekonomi, keamanan, dan diplomasi.

Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat posisi Indonesia di ranah internasional, namun juga untuk mengeksplorasi potensi investasi yang dapat mendorong pembangunan di Tanah Air. Di dalam negeri, Gibran kini memegang mandat untuk memastikan kelancaran fungsi pemerintahan. Ia akan bertanggung jawab memimpin rapat kabinet, mengawasi pelaksanaan program prioritas pemerintah, dan berkoordinasi dengan para menteri dalam menjaga stabilitas serta kesinambungan kebijakan. Tak hanya itu, komunikasi antara Gibran dan Prabowo akan tetap berlangsung secara intensif melalui sambungan daring, memastikan arahan dari Presiden tetap tersampaikan dan dijalankan.

Refly Harun, pakar hukum tata negara, memberikan pandangannya terkait penunjukan ini. Menurutnya, penugasan Gibran sebagai pemimpin sementara bukan hanya langkah strategis, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan bagi sosok muda seperti Gibran. “Momen ini dapat dianggap sebagai ujian kepemimpinan awal bagi Wakil Presiden. Dalam situasi seperti ini, kemampuan komunikasi dan koordinasi dengan para menteri menjadi hal yang esensial. Gibran perlu menunjukkan kedisiplinan dan kemampuan diplomasi internal agar fungsi pemerintahan tetap berjalan lancar selama Presiden di luar negeri,” kata Refly. Selain itu, Refly menilai bahwa peristiwa ini memberikan gambaran bagaimana Gibran akan menghadapi situasi nyata yang melibatkan pengambilan keputusan tingkat tinggi.

“Ketika Presiden tidak berada di dalam negeri, wakil presiden harus mampu menjalankan peran untuk menjaga kestabilan pemerintahan. Ini berarti Gibran akan memimpin rapat-rapat penting yang membahas kebijakan nasional, serta menangani isu-isu kritis yang mungkin muncul. Meski sifatnya sementara, ini merupakan latihan penting dalam memahami teknis dan etika kepemimpinan di level atas,” tambah Refly. Sejumlah isu strategis di dalam negeri seperti ekonomi, stabilitas sosial, dan kebijakan luar negeri tetap harus dikawal dengan ketat. Dalam hal ini, Gibran diharapkan dapat mengelola dinamika pemerintahan yang diwarnai berbagai pandangan dari anggota kabinet dan para pemangku kepentingan lainnya. Kondisi ini menuntutnya untuk memiliki visi yang jelas dan kemampuan menyelaraskan berbagai masukan, agar pemerintahan tetap solid di tengah transisi sementara ini. Sejumlah kalangan publik dan pengamat politik memberikan tanggapan beragam atas penunjukan Gibran.

Ada yang optimis bahwa momen ini akan menjadi pembelajaran berharga bagi Gibran, terutama untuk meningkatkan kapasitas dalam bidang pemerintahan dan memperkuat kepemimpinan di dalam negeri. Di sisi lain, beberapa pihak menyuarakan kekhawatiran akan stabilitas pemerintahan dan berharap agar komunikasi antara Gibran dan Prabowo tetap intensif demi menghindari kekosongan kendali pada isu-isu strategis. Di sisi lain, kunjungan luar negeri yang dilakukan Prabowo Subianto diyakini akan membuka peluang baru bagi Indonesia di kancah internasional. Refly Harun juga menyoroti bahwa Prabowo memiliki jaringan global yang kuat, dan melalui lawatan ini, Indonesia dapat meningkatkan kerja sama di berbagai sektor. “Presiden Prabowo membawa visi outward-looking yang ingin memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional. Kunjungan ini juga menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk menjalin kerjasama global yang saling menguntungkan,” ujar Refly. Adapun selama Prabowo berada di luar negeri, publik berharap Gibran akan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Hal ini penting mengingat Wakil Presiden akan menjadi penghubung utama bagi publik dalam menerima informasi terkait kebijakan pemerintah selama Presiden berhalangan hadir di dalam negeri. Dukungan dari jajaran kabinet juga sangat diharapkan agar roda pemerintahan dapat berjalan stabil. Penugasan sementara Gibran dalam menggantikan Prabowo dinilai sebagai langkah strategis yang akan memberikan kesempatan baginya untuk lebih memahami tata kelola pemerintahan secara mendalam. “Selain itu, momen ini juga merupakan kesempatan bagi Gibran untuk membuktikan diri di hadapan publik bahwa dirinya siap dan kompeten dalam memimpin, meskipun dalam konteks waktu yang terbatas,” pungkasnya.

Sumber : herald.id

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.analitisnews.my.id, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius