Proyek Naturalisasi Indonesia Targetkan Nama Besar, Media Vietnam : Bisa Mengancam



ANALITISNEWS - Perjalanan proyek pencarian pemain keturunan Indonesia di luar negeri sampai saat ini masih terus dilanjutkan oleh federasi. Bahkan, setelah memiliki banyak stok pemain keturunan di Timnas Indonesia, PSSI masih saja terus memburu para pemain potensial yang bisa diproyeksikan untuk memperkuat Pasukan Garuda di pentas sepak bola internasional.


Tak hanya menyasar para pemain dengan kualitas yang biasa-biasa saja, belakangan ini, induk sepak bola Indonesia tersebut bahkan memasukkan nama-nama pemain yang memiliki nama besar dalam daftar bidik untuk dirayu beralih kewarganegaraan.


Pemain-pemain besar yang menjadi langganan klub-klub di Liga Eropa sekelas Pascal Struijk, juga masuk dalam daftar pemain yang akan dialihwarganegarakan oleh PSSI. Sehingga, nantinya akan ada upgrading kualitas di tubuh Timnas Indonesia jika dibandingkan dengan kekuatan sebelumnya.


Perburuan para pemain keturunan yang memiliki kualitas mumpuni oleh Indonesia tersebut ternyata mengundang perhatian dari media Vietnam, Soha.vn.


Dalam sebuah artikelnya pada Senin (5/5/2025) yang berjudul "Naturalisasi Indonesia sangat 'menegangkan, mengincar bintang yang nilainya hampir 500 miliar VND agar bisa menaklukkan Piala Dunia," media asal Negeri Paman Ho tersebut menuliskan bahwa apa yang kini tengah gencar dilakukan oleh Indonesia itu berpotensi untuk membuat lawan-lawan mereka terancam.


"Artinya, di turnamen-turnamen Asia Tenggara mendatang, Indonesia bisa menjadi jauh lebih kuat dengan pemain-pemain naturalisasi, sehingga bisa mengancam lawan-lawan seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia," tulis Soha.


Apa yang Dituliskan oleh Soha, Memang Benar Adanya


Kekhawatiran media Vietnam tersebut terkait dengan bakal munculnya ancaman dari Indonesia terhadap para negara rival di Asia Tenggara memang benar adanya, dan bahkan sudah mulai terbukti.


Seperti misal, Timnas Indonesia yang semenjak tahun 2017 lalu lebih sering menjadi pihak yang inferior saat bersua dengan Vietnam, belakangan ini sudah mulai mampu merobohkan dinding kuat dominasi The Golden Stars.


Bahkan semenjak awal tahun 2024 lalu, Pasukan Garuda lebih sering menjadi pemenang pada laga yang mempertemukan keduanya jika mereka tampil dengan pasukan penuh.


Terhitung, dari bulan Januari 2024 lalu di pentas Piala Asia 2023, Pasukan Merah Putih sukses mencatatkan hattrick kemenangan atas Vietnam, sebelum pada akhirnya kalah tipis 0-1 di gelaran Piala AFF 2024.


Namun perlu diingat, di turnamen Piala AFF tersebut, Indonesia menurunkan para pemain muda dan hanya beberapa pemain senior saja yang disertakan oleh pelatih Shin Tae-yong.


Jauh sebelum Vietnam menjadi korban kebangkitan Timnas Indonesia, rival abadi skuat Garuda, yakni Malaysia sudah lebih dulu merasakan cabikan sang Garuda.


Sepertimana yang tercatat di laman history AFF, Indonesia dan Malaysia terakhir kali bertemu di pentas Piala AFF edisi 2020 lalu. Dan seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia yang saat itu baru diperkuat oleh satu pemain keturunan, yakni Elkan Baggott, mampu meremukkan Harimau Malaya dengan skor telak 4-1.


Sementara Thailand, hingga saat ini kedua kesebelasan belum bertemu lagi, semenjak hasil imbang 1-1 di fase grup Piala AFF 2022 yang mana saat itu Timnas Indonesia belum diperkuat oleh para pemain keturunan semasif saat ini.


Jadi, akan sangat mungkin nantinya apa yang dituliskan oleh Soha dalam artikelnya tersebut akan benar-benar menjadi kenyataan.


Pasalnya, dengan kekuatan yang dimiliki oleh Timnas Indonesia saat ini, mereka menjadi satu-satunya tim dari Asia Tenggara yang mampu melaju ke ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 dan membuka kans untuk lolos ke gelaran.


Jika bersaing di level Asia saja Timnas Indonesia mampu melakukannya, apa lagi bersaing di level regional? Tentu asumsinya demikian bukan?


Sumber : Suara Jabar

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.analitisnews.my.id, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius