ANALITISNEWS- Suporter Paris Saint-Germain (PSG) menyerukan dukungan terhadap Palestina dalam momen final Liga Champions yang digelar di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu (31/5). Aksi solidaritas itu dilakukan jelang dan selama pertandingan antara PSG melawan Inter Milan.
Slogan “Kami semua anak-anak Gaza” terdengar lantang dalam parade suporter PSG yang berlangsung di pusat kota Munich sebelum laga dimulai. Mereka juga membawa bendera Palestina dan mengenakan atribut yang menunjukkan dukungan terhadap rakyat Gaza.
Di dalam stadion, para suporter membentangkan spanduk bertuliskan “Hentikan genosida di Gaza” di salah satu sisi tribun penonton. Aksi ini terekam dalam sejumlah foto dan video yang beredar luas di media sosial dan diliput oleh sejumlah media internasional.
Menurut laporan Associated Press, spanduk tersebut dibentangkan sesaat setelah gol pembuka PSG dicetak oleh Achraf Hakimi. Sementara itu, The Times of Israel menambahkan bahwa spanduk serupa juga pernah muncul saat PSG menjamu Atletico Madrid pada 7 November 2024, dengan tifo bertuliskan “Free Palestine” disertai gambar Masjid Al-Aqsa dan sosok pejuang Palestina.
Menteri Dalam Negeri Prancis kala itu bahkan mengecam keras aksi tersebut, namun kelompok suporter PSG tetap mempertahankan sikapnya, menyatakan bahwa mereka bersuara atas dasar kemanusiaan.
Final Liga Champions 2025 sendiri berakhir dengan kemenangan telak PSG atas Inter Milan dengan skor 5-0, sekaligus mengukir sejarah sebagai gelar pertama PSG di ajang tertinggi kompetisi klub Eropa tersebut.
Dukungan Berulang
Aksi solidaritas terhadap Palestina bukanlah hal baru bagi suporter PSG. Kelompok ultras mereka dikenal aktif menyuarakan isu-isu politik dan kemanusiaan, khususnya yang menyangkut konflik di Timur Tengah.
Meski sempat menuai kontroversi dan tekanan dari otoritas sepak bola Eropa, aksi ini menunjukkan bahwa suara publik di dunia sepak bola semakin lantang menanggapi isu-isu global, termasuk krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di Gaza.
Sumber: Associated Press,Times of Israel,Reuters,Al Jazeera

0 Post a Comment:
Posting Komentar